Perjalanan kali ini adalah kolaborasi dari 2 desa di Tabanan. Sama-sama bernuansa sawah tapi memiliki cerita dan karakter yang berbeda. Jarak tempuh sekitar 30 km dari Denpasar Utara, untuk kita bisa bertemu sebuah inisiatif gerakan perempuan Desa Penatahan yang berdaya. Melalui Kubu Bali WCC, perempuan Desa Penatahan merespon sistem patriarki yang membelenggu perempuan Bali.
Selanjutnya, menikmati Dusun Pagi di Desa Senganan yang memiliki cerita tentang cara pengendali hama sawah secara ekosistemik. Mengembangkan burung hantu jenis Tyto Alba yang selama ini membantu petani mengendalikan tikus di sawahnya. Keseimbangan dengan alam, membawa para petani Dusun Pagi melakukan ritual di sawah secara rutin. Inilah yang menjadi karakter pertanian di Dusun Pagi. Sawahnya diemong selaras dengan ritual dan proses kehidupan.







Melanjutkan perjalanan menuju Dusun Pagi, Senganan. Menghabiskan senja di sawah dan menikmati petang di konservasi burung hantu.


Chat with us