Melali Gender dan Padi Bali Tabanan

Melali Gender dan Padi Bali Tabanan

10 jam 9 jam
Rp 550.000

Perjalanan kali ini adalah kolaborasi dari 2 desa di Tabanan. Sama-sama bernuansa sawah tapi memiliki cerita dan karakter yang berbeda. Jarak tempuh sekitar 30 km dari Denpasar Utara, untuk kita bisa bertemu sebuah inisiatif gerakan perempuan Desa Penatahan yang berdaya. Melalui Kubu Bali WCC, perempuan Desa Penatahan merespon sistem patriarki yang membelenggu perempuan Bali.

Selanjutnya, menikmati Dusun Pagi di Desa Senganan yang memiliki cerita tentang cara pengendali hama sawah secara ekosistemik. Mengembangkan burung hantu jenis Tyto Alba yang selama ini membantu petani mengendalikan tikus di sawahnya. Keseimbangan dengan alam, membawa para petani Dusun Pagi melakukan ritual di sawah secara rutin. Inilah yang menjadi karakter pertanian di Dusun Pagi. Sawahnya diemong selaras dengan ritual dan proses kehidupan.

Hamparan sawah di wilayah Desa Penatahan, Tabanan

 

Rute Melali ke Desa Ramah Gender dan Padi Bali

Siang yang terik mengocok perut kita untuk tak sabar menikmati makan bersama olahan kuliner khas di tengah hamparan sawah Kubu BWCC. Menikmati makan siang tradisional olahan warga sambil berbagi cerita warga yang melaksanakan perkawinan Nyentana.
Menu tradisional desa yang nikmat dari bahan sekitar kita.
Sehabis makan siang, waktunya kita menyetarakan isi kepala tentang kedudukan perempuan Bali dalam hukum adat Bali. Cerita tentang kedudukan perempuan Bali dalam hukum adat Bali terkait pewarisan, perkawinan, dan perceraian. Di sini kita akan bertemu Ni Nengah Budawati, seorang penggerak perempuan berdaya dan setara di Kubu Bali WCC.
Membuat eco-dupa sebagai bentuk pemberdayaan perempuan Desa Penatahan. Pelatihan eco dupa ini juga menjadi salah satu pelatihan pemberdayaan ekonomi kreatif bagi para komunitas perempuan BWCC.
Eco-Dupa produksi komunitas Bali Women Crisis Centre.
Menutup perjalanan di Desa Penatahan, kita akan menuju Pemandian Air Panas Desa Penatahan. Menikmati berkah air panas alami dari Gunung Batukaru. Juga cerita tentang sumber mata air panas alami yang dikelola oleh warga sejak tahun 1999 dan sampai saat ini masih dijaga kelestariannya.

Melanjutkan perjalanan menuju Dusun Pagi, Senganan. Menghabiskan senja di sawah dan menikmati petang di konservasi burung hantu.

Menikmati hamparan sawah yang diemong dengan prosesi ritual setempat. Setiap pertumbuhannya adalah waktu yang berkaitan dengan hidup dan aktivitas para petaninya.
Berkunjung ke konservasi rumah burung hantu di pinggir sawah Dusun Pagi. Burung hantu jenis Tyto Alba menjadi penolong petani Dusun Pagi di kala keberadaan tikus sawah tak terkendali. Hingga saat ini burung hantu dijaga dan dirawat dengan dibuatkan rumah burung hantu di beberapa titik sawah Dusun Pagi.

Detail Tur

NB

1. Snack, makan siang, makan malam, tiket masuk air panas dan suvenir.

2. Panitia Melali ke Desa menyediakan P3K dan jas hujan.

3. Sila bawa pakaian ganti setelah berendam di air panas

4. Jangan lupa pakai pakaian dan alas kaki yang nyaman, ya!

5. Bawa botol minum sendiri dapat nilai 100.

6. Itinerary bisa berubah sesuai situasi desa. Informasi akan disampaikan terlebih dahulu

7. Jika ingin menginap di desa, ada beberapa pilihan penginapan
Rp 550.000 / Orang
Total
Info pembayaran
Info tamu
Book Now
© Copyright 2024 - Melali
Chat with us