Ini adalah perjalanan menyusupi Ceking, Tegallalang di balik glamornya pariwisata terasering. Nostalgia cerita sebelum Tegallalang menjadi kawasan seperti saat ini. Bersama salah satu perintis konsep Ceking, kita akan menelusuri kisah-kisah kehidupan lalu Tegallalang.

Menjajaki rumah Tegallalang zaman dulu yang mempertahankan konsep bangunan yang berbeda dari bangunan lainnya di kawasan Gianyar. Bersama pemilik rumah kita akan mengenalkan tentang kehidupan Tegallalang di masa lampau, cerita tentang bagaimana budaya dan tradisinya.

Perjalanan tanpa cita rasa akan jadi hambar. Perjalanan menyusupi Tegallalang ini akan menyuguhkan kuliner dari warga Tegallalang legen sebagai Mancagera. Dengan resep rahasia makanan bali dengan bumbu khas orang Tegallalang. Konon, ketika upacara keagamaan di Desa Tegallalang, warga tak mau makan kalau yang masak bukan sang Mancagera ini.

Dikenal sebagai daerah seni, khas Tegallalang semakin terpatri melalui polesan lukisan tradisional yang bisa kita lihat dari karya-karya lukisan Pande Ketut Bawa. Berkunjung ke rumah Pande Ketut Bawa yang merupakan seorang pelukis lukisan tradisional Bali dari Tegallalang. Ia akan mengajak kita mengenal lebih jauh tentang karakteristik lukisan-lukisan tradisional di Tegallalang.
Kembali ke pertemuan awal, kita membedah warisan budaya soal topeng Tegallalang. Ada beberapa peninggalan warisan budaya berupa lontar yang tersimpan di beberapa rumah warga Tegallalang. Warisan ini kemudian dipelajari dan menjadi dasar perkembangan kesenian di Tegallalang.
Chat with us