Desa Les terletak di Kabupaten Buleleng sekitar 100 km dari Denpasar. Sebagian besar mata pencaharian warga di Desa Les adalah petani dan nelayan. Desa Les memiliki cerita tentang bagaimana kedekatan secara ritus dengan Kintamani dan dikenal sebagai desa dengan topografi nyegara gunung.
Perjalanan menemui laut dan bebukitan di ujung utara Bali. Warga Desa Les, Tejakula, Buleleng akan menemani menikmati pengolahan pertanian di pesisir dan bebukitan, sejarah akulturasi, dan ragam aktivitas di pesisir seperti membuat garam laut tradisional, dan sensasi kuliner lautnya.
Melali dibuka dengan sarapan menu khas di pasar tradisional desa atau warung rumahan. Bubur sayur (mengguh) adalah hidangan sempurna memulai pagi karena diolah dari pangan lokal dengan citarasa gurih.

Di darat dan bebukitan adalah menikmati hasil pertanian daerah kering seperti vegetasi lontar, kelapa, dan olahannya. Hasil tani ini lekat dengan tradisi desa seperti tuak, arak, buah ental (buah lontar), bagian dari ritual dan sesajen di desa. Pengunjung juga akan mengalami cara mengolah hasil tani tersebut seperti arak, dan gula nektar lontar.
Dari Bukit Yangudi, lansekap Nyegara Gunung ini nyata karena panorama lembah dan sejumlah mata air desa ini. Untuk membasuh raga dan menyegarkan jiwa, ada air terjun dan sumber air Pelukatan Yeh Anakan.







Chat with us