Melali Tuak dan Tikar Ngis

Melali Tuak dan Tikar Ngis

10 jam 7 jam
Rp 350.000
Foto: Dewa Wira

Desa Ngis berasal dari kata Nges atau dalam bahasa Bali berarti hutan lebat. Desa ini memiliki hamparan bukit dan cerita tentang pengrajin tikar pandan dan petani tuak jaka.

Tikar pandan saat ini sudah mulai ditinggalkan akibat datangnya produk plastik yang sebenarnya tidak ramah lingkungan. Pengrajin hanya mengandalkan pesanan yang digunakan saat upacara adat saja. Pengunjung akan menikmati perjalanan dari kebun ke bukit.

 

Rute Melali ke Desa Ngis

 

Kita akan bertemu di Sekretariat Desa Adat Pekarangan.

Tujuan pertama pada perjalanan ini adalah ke Bukit Bulgari. Perjalanan dapat ditempuh dengan sepeda motor. Sudah ada tower yang dibangun oleh pemerintah desa untuk melihat desa dari bukit.

Foto Lanang Oka.

Pemandangan dari Bukit Bulgari. Sejak dibuatkan jalan beton menuju bukit ini, warga memanfaatkannya untuk tempat rekreasi maupun sekedar trekking ringan dan juga beberapa kali ada yang melakukan kemping karena sudah adanya fasilitas toilet.

Foto Wira Utama.

Setelah ke Bukit Bulgari, kita akan bertemu dengan Pak Nengah Sumerta. Kesehariannya bekerja sebagai pemanen aren yang kita kenal dengan nama minuman tuak. Ada cerita tentang bagaimana proses merawat pohon aren sehingga menghasilkan tuak yang segar dan bisa dijadikan bahan baku membuat arak. Kita juga akan mencicipi langsung manis dan segarnya tuak aren.

Foto Wira Utama.

Tujuan selanjutnya, bertemu pengrajin tikar pandan. Kita akan melihat dan praktik langsung bagaimana proses pembuatan tikar pandan yang dimulai dari memanen daun pandan yang penuh duri itu.

Foto Wira Utama.

Terakhir, kita akan kembali melemaskan otot-otot kaki dengan trekking santai menuju Bukit Bayem. Menikmati panorama laut dan hamparan hutan kelapa sambil rehat makan siang menu khas desa.

Kuliner masa lalu yang tersimpan di memori warga Desa Ngis. Berbahan dasar udang sungai. Menjadi salah satu kuliner dirindukan. Palem Udang Sungai tak mudah ditemukan lagi. Sebab, mulai kesulitan mencari bahan bakunya. Yaitu, udang sungai. Air sungai yang jarang mengalir menjadi sumber masalahnya.

Foto: Dewa Wira

Membangkitkan kuliner olahan udang sungai bisa menjadi salah satu pemantik kesadaran warga Desa Ngis untuk menjaga sungai agar tetap mengalir.

Detail Tur

NB:

1.Sarapan, snack, coffee break, makan siang, dan suvenir.

2. Panitia Melali ke Desa menyediakan P3K dan jas hujan

3. Jangan lupa pakai pakaian dan alas kaki yang nyaman, ya!

4. Bawa botol minum sendiri dan bertanggungjawab pada sampah sendiri dapat nilai 100

5. Itinerary bisa berubah sesuai situasi desa. Informasi akan disampaikan terlebih dahulu

6. Jika ingin menginap di desa, ada beberapa pilihan penginapan
Rp 550.000 / Orang
Total
Info pembayaran
Info tamu
Book Now
© Copyright 2024 - Melali
Chat with us